![]() |
Foto by @uzinainggolan |
GEOSITE SIPINSUR. Spot Cantik nan Menawan Untuk Menikmati Keindahan Danau Toba Dari Ketinggian. Tempat Liburan Kaum Milenial yang pernah membuat kagum presiden Jokowi dan ibu Iriana.
Memandang keindahan Danau Toba dari jauh memang punya sensasi tersendiri. Bahkan, Presiden Jokowi sempat mencoba sensasinya, dengan menyambangi Geosite Sipinsur yang terletak di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Banyak spot-spot yang sangat cocok buat latar selfie.
Geopark Sipinsur sangat mudah dicapai. Hanya sekitar 18 km dari Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara. Dengan kendaraan, bisa dicapai dalam waktu sekitar 30 menit saja. Melewati perkampungan dan tugu-tugu makam Batak Toba, rawa-rawa tempat kerbau berkubang dan perkebunan kopi Lintong di sepanjang daerah Lintongnihuta.
Video Geosite Sipinsur
Geosite Sipinsur merupakan salah satu kawasan wisata utama di pegunungan Humbang Hasundutan. Luasnya sekitar 2 hektar, berada di ketinggian 1.213 meter di atas permukaan laut, memberikan udara sejuk dan pemandangan Danau Toba, tanpa batas. Geopark Sipinsur berada di desa Pearung, kecamatan Paranginan. Karena lokasinya cukup tinggi, kawasan ini memang cukup berangin. Dari sinilah, desa dan kecamatan dimana Geopark Sipinsur berada mendapatkan namanya.
Begitu memasuki Geopark Sipinsur, kita akan disambut sejuknya udara pegunungan Humbang Hasundutan. Jalan masuk taman wisata sangat cantik, jalur pejalan kaki selebar kurang lebih 4 meter dinaungi rimbunnya pepohonan pinus di kedua sisinya. Kawasan hutan pinus ini berfungsi juga sebagai camping ground. Ada juga fasilitas taman bermain untuk anak-anak.
Kawasan wisata Geosite Sipinsur dikelola oleh Pemerintah daerah dan akan terus dibenahi sebagai daya tarik untuk wisatawan ke Danau Toba khususnya di wilayah Humbahas.
Geosite Sipinsur, Saat Kaldera Toba Serasa Milik Sendiri
Ingin menikmati hutan pinus dan Kaldera Toba selayaknya pekarangan atau taman pribadi kita? Datanglah ke Geosite Sipinsur, pagi-pagi sebelum jam 8, danau kaldera terbesar di Indonesia ini bisa jadi ‘milik’ kita sendiri.
Ingin menikmati momen magis Kaldera Toba?
Kawasan wisata Geosite Sipinsur ini memang ramai dengan wisatawan pada hari libur atau akhir minggu. Tapi datanglah sebelum jam 8 pagi, kita bisa menikmati momen istimewa, danau terbesar di Asia Tenggara dan danau vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk karena letusan gunung api purba Toba ini serasa milik kita sendiri.
Pulau Sibandang dan Hamparan Kaldera Tanpa Batas
Memasuki kawasan wisata yang juga populer dengan sebutan Geopark Sipinsur di pagi hari merupakan impian pencinta wisata alam manapun. Waktu yang paling tepat untuk hunting foto-foto yang instagramable. Matahari tak terlalu terik, udara hangat dan langit biru di sepanjang jalan. Dan yang paling indah, belum ada wisatawan atau pengunjung lain. Danau dengan panjang sekitar 100 km dan lebar 30 km ini, dengan hutan pinus mengelilingi Geopark Sipinsur, bak taman pribadi kita.
Saat itulah kita bisa menikmati alam Kaldera Toba yang sesungguhnya. Hamparan perairan biru Danau Toba yang seperti tak berujung, lalu-lalang perahu menyeberangi danau dari Muara, lekuk perbukitan dan ngarai-ngarai yang mengelilingnya, sangat damai. Tak ada hiruk pikuk turis, hanya ada suara desiran angin dan kicau burung dan suara tonggeret bak terompet di sekitar hutan. Sekadar duduk menikmati pemandangan pun, rasanya luar biasa.
Kalau di pesisir utara-timur Danau Toba, dari Parapat yang lebih populer, di hadapan kita akan langsung terhampar Pulau Samosir. Dari Geopark Sipinsur ini, kita akan langsung berhadapan dengan pulau kedua di tengah Danau Toba yang lebih kecil, Pulau Sibandang. Pulau ini bisa dicapai dalam waktu 10-15 menit dari pelabuhan Muara, sekitar 30 menit perjalanan menuruni bukit dan jalan berkelok dari Geopark Sipinsur.
Ada gazebo yang bisa pengunjung gunakan untuk duduk sembari memandang keindahan Danau Toba dan alam di sekeliling Geosite Sipinsur. Selain hamparan Pulau Samosir, wisatawan bisa juga melihat Pulau Sibandang yang tepat di depan mata. Pulau ini bisa dicapai dalam waktu 10-15 menit dari pelabuhan Muara, sekitar 30 menit perjalanan menuruni bukit dan jalan berkelok dari Geopark Sipinsur. Geser pandangan ke kanan, pemandangan kota Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Dari Geosite Sipinsur kita bisa juga langsung pergi ke pemandian Aek Sipangolu hingga Situs Cagar Budaya Istana Raja Sisingamangaraja.
Jika lapar dan haus, ada stan-stan makanan dan minuman berbentuk rumah adat Batak.
Di hari biasa, pengunjung yang datang ke Geosite Sipinsur sekitar 300 orang. Sementara saat akhir pekan, pengunjungnya bisa menembus 800 orang. Kalau masa libur anak sekolah, Natal dan Tahun baru, atau Lebaran, pengunjungnya bisa sampai 5.000 orang.
Selain untuk jalan-jalan melihat pemandangan, Sipinsur juga sering pengunjung manfaatkan untuk acara reuni dan ibadah. Bisa memakai tikar di open stage yang bisa disewa seharga Rp 10.000 per tikar.
Untuk masuk ke wilayah Geopark Sipinsur, pengunjung cukup mengeluarkan biaya parkir saja. Satu mobil hanya Rp 2000 dan motor Rp 1000 sekali masuk.
Berikut rangkuman pesona Geosite Sipinsur agar sobat petualang lebih paham keindahan tempat ini:
1. Dikelilingi Hutan Pinus
Geosite Sipinsur menyajikan pemandangan berlatar Danau Toba yang terlihat biru membentang luas. Uniknya kawasan ini dikelilingi hutan-hutan pinus yang membuat pemandangan kian cantik.
Suasana tempat ini terasa syahdu. Tenang dengan suara desiran angin dan kicau burung serta suara tonggeret bak terompet di sekitar hutan.
Menikmati tempat ini dengan sekadar duduk menikmati pemandangan pun, rasanya sudah sangat menyenangkan.
2. Memiliki karakter mirip Orchid Forest
Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Geosite Sipinsur memiliki karakter alam mirip Orchid Forest di Lembang, Bandung.
Menurutnya, geopark ini layak dikembangkan menjadi destinasi untuk wisatawan milenial dengan menambahkan Rumah Gantung dan jalan gantung.
“Lokasi Spinsur ini hampir mirip dengan Orchid Forest Cikole di Bandung. Kalau dibuat rumah gantung dan jalan gantung seperti Cikole tentu ini konsepnya anak muda milenial banget. Apalagi ditambah dengan spot selfie,” kata Menpar Arief.
3. Ketinggian 1.213 mdpl
Tempat ini mencakup luas sekitar 2 hektar dan berada di ketinggian 1.213 meter di atas permukaan laut. Udara yang cukup sejuk membuat wisatawan betah berlama-lama di tempat ini.
4. Saat libur dikunjungi hingga lima ribu wisatawan
Geosite Sipinsur ramai wisatawan pada hari libur atau akhir pekan. Dari situs resmi pariwisata Indonesia, jumlah wisatawan bahkan bisa mencapai lima ribu orang.
Kedepan, rencananya juga akan disiapkan tempat musik yang biasa digunakan saat akhir pekan.
5. Dekat dengan tempat wisata lain yang tak kalah indah
Dari Geosite Sipinsur ini, wisatawan akan langsung berhadapan dengan pulau kedua Pulau Sibandang yang bisa dicapai dalam waktu 10-15 menit perjalanan dari pelabuhan Muara. Dari Geosite Sipinsur, jarak tempuhnya sekitar 30 menit menuruni bukit dan jalan berkelok.
Lokasi
Parulohan, Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara
Semoga kapan-kapan bisa datang kesini.
ReplyDelete